Sosialisasi RPL Mahasiswa Batch 1 Tahun 2025: Persiapan Matang Menuju Perkuliahan
- Diposting Oleh Admin Web Prodi PPG
- Selasa, 4 Maret 2025
- Dilihat 73 Kali
Sabtu, 1 Maret 2025 menjadi hari penting bagi 1.100 mahasiswa Batch 1 tahun 2025 yang akan mengikuti program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Acara ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting dan juga disiarkan langsung di YouTube, sehingga seluruh mahasiswa dapat mengakses informasi dengan mudah. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang jelas mengenai mekanisme RPL, memastikan kesiapan mahasiswa, serta menjawab berbagai pertanyaan yang mungkin muncul terkait program ini.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Program Studi, Dr. Abd. Mukhid, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya RPL sebagai bagian dari program akademik yang dirancang untuk memberikan pengakuan terhadap pengalaman dan kompetensi mahasiswa yang telah diperoleh sebelumnya.
"Program RPL ini bukan sekadar formalitas, tetapi sebuah kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengakuan atas pengalaman belajar dan keterampilan yang sudah dimiliki. Kami berharap seluruh mahasiswa dapat memanfaatkan program ini dengan baik agar proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien," ujar Dr. Abd. Mukhid.
Setelah sambutan dari Ketua Prodi, sesi berikutnya adalah pengarahan yang disampaikan oleh tim pengelola RPL. Beberapa pemateri yang turut memberikan arahan dalam sosialisasi ini adalah Dewi Rosikhoh, S.Si., M.Pd., Busahwi, M.Pd.I, Wahab Syahirul Alim, M.Pd., Kacung Wahyudi, M.Pd., Mochamad Arifin Alatas, M.Pd., dan Sri Nurhayati, M.Pd.
Setiap pemateri menjelaskan berbagai aspek penting terkait pelaksanaan RPL, termasuk mekanisme pengajuan dokumen, asesmen yang akan dilakukan, serta manfaat dari program ini. Salah satu poin utama yang ditekankan adalah bagaimana mahasiswa dapat menyusun portofolio dengan baik agar pengalaman yang mereka miliki dapat diakui secara akademik.
Salah satu bagian yang paling dinantikan adalah sesi tanya jawab, di mana mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan langsung kepada para pemateri. Berbagai pertanyaan muncul, mulai dari teknis penyusunan portofolio, jenis dokumen yang harus disiapkan, hingga bagaimana penilaian dilakukan.
Seorang mahasiswa bertanya, "Bagaimana jika pengalaman kerja atau pelatihan yang pernah saya ikuti belum memiliki sertifikat resmi, apakah masih bisa diakui dalam RPL?"
Menanggapi pertanyaan tersebut, Busahwi, M.Pd.I., menjelaskan bahwa sertifikat resmi tentu menjadi bukti yang kuat, tetapi jika tidak ada, mahasiswa masih bisa menyertakan bukti lain seperti laporan kerja, surat rekomendasi, atau dokumen lain yang mendukung.
Sementara itu, Wahab Syahirul Alim, M.Pd., menambahkan, "Yang paling penting dalam RPL adalah menunjukkan kompetensi yang relevan. Jika pengalaman kerja atau pelatihan sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan, maka tetap dapat diakui dalam program ini."
Sosialisasi ini menjadi langkah awal yang sangat penting bagi mahasiswa Batch 1 tahun 2025 dalam memahami program RPL. Dengan adanya pengarahan yang komprehensif serta sesi tanya jawab yang interaktif, mahasiswa diharapkan dapat lebih siap dalam menyusun portofolio mereka dan mengikuti program ini dengan lancar.
"Kami berharap seluruh mahasiswa dapat menjalani proses ini dengan baik. Jangan ragu untuk bertanya dan berdiskusi jika ada hal yang belum dipahami. Kami siap mendampingi kalian selama proses RPL berlangsung," tutup Dr. Abd. Mukhid, M.Pd.
Dengan semangat baru dan pemahaman yang lebih jelas, mahasiswa Batch 1 tahun 2025 kini siap menghadapi tantangan dalam program RPL. Semoga program ini dapat berjalan dengan sukses dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh peserta! (MAA)